Kamis, 04 Mei 2017


Diantara barisan kata berisi sajak
Hadir jiwa yang tak pernah beranjak
Berputar-putar dalam benak
Tak ingin pergi walau sejenak

Ialah yang disebut rindu
Sebuah rasa yang membelenggu
Sebuah rasa yang selalu datang mengganggu
Yang datang tanpa perlu ditunggu

Jikalau rindu dapat terbunuh dengan temu
Sudah sejak dulu aku tak mengenal rindu
Tapi rindu ini takkan pernah mati
Sebab yang kurindu tak bernyawa lagi


Mama, aku rindu sekali.

— Semarang, 2017.

A Tale of Ordinary Girl Named IYASA . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates